BAB 3
TEKS REKON
A. Menganalisis
Unsur Intrinsik Teks Rekon yang Disimak
1.
Pengertian Teks Rekon
Teks rekon adalah jenis teks yang bertujuan
untuk menceritakan kembali suatu kejadian atau pengalaman di masa lalu. Tujuan
utamanya adalah untuk memberikan informasi atau hiburan kepada pembaca. Teks
rekon berbeda dengan teks laporan atau teks berita karena teks rekon lebih
menekankan pada sudut pandang pribadi penulis atau tokoh yang terlibat dalam
kejadian tersebut.
2.
Ciri-Ciri/ Karakteristik Teks Rekon
- Menceritakan kejadian masa lalu: Teks rekon selalu berfokus pada
peristiwa yang sudah terjadi.
- Bersifat informatif atau menghibur: Teks ini bisa memberikan
informasi tentang suatu kejadian atau sekadar menghibur pembaca dengan
cerita pengalaman.
- Menggunakan sudut pandang pribadi: Penulis sering kali menceritakan
kejadian dari sudut pandangnya sendiri.
- Menggunakan urutan waktu (kronologis): Kejadian diceritakan secara
berurutan sesuai dengan waktu terjadinya.
- Menggunakan kata kerja lampau: Kata kerja yang digunakan
menunjukkan waktu lampau, seperti "pergi," "datang,"
"melihat," dll.
3. Fungsi
Sosial Teks Rekon
1. Menceritakan pengalaman.
2. Menceritakan sesuatu secara runtut.
3. Memgandung nilai moral untuk direfleksikan
dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Jenis-Jenis Teks Rekon
- Rekon Pribadi (Personal Recount): Menceritakan pengalaman pribadi
penulis. Contoh: Pengalaman liburan, pengalaman mengikuti lomba.
- Rekon Faktual (Factual Recount): Menceritakan kejadian nyata yang
pernah terjadi. Contoh: Laporan kejadian sejarah, biografi tokoh.
- Rekon Imajinatif (Imaginative
Recount): Menceritakan
kejadian imajinatif atau cerita fiksi yang seolah-olah pernah terjadi.
Contoh: Cerita fantasi, pengalaman dalam mimpi.
5.
Unsur-Unsur Intrinsik
1. Tema 4. Tokoh dan
Penokohan
2. Alur/ Plot 5. Amanat
3. Latar/ Setting 6. Sudut Pandang
Contoh Teks
Rekon Pribadi
Jejak Tak Terlupakan di Puncak Rinjani
Pendakian
Gunung Rinjani beberapa waktu lalu menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
Bukan sekadar mendaki gunung, tetapi perpaduan antara tantangan fisik dan
keindahan alam yang luar biasa. Saya memulai pendakian dari jalur Sembalun
dengan tim yang solid, penuh semangat untuk menaklukkan ketinggian 3.726 mdpl.
Hari
pertama:
Dimulai dengan trekking panjang melewati padang savana yang
luas menuju Pelawangan Sembalun. Tanjakan yang cukup menantang membuat napas
terengah-engah, namun pemandangan yang terhampar di setiap belokan seolah
memberi energi tambahan. Sore harinya, kami mendirikan tenda di Pelawangan
sambil menunggu summit attack keesokan harinya.
Hari
kedua (summit attack):
Dimulai pukul 02.00 pagi. Medannya terasa lebih sulit,
terutama saat gelap dan dingin. Debu vulkanik yang licin membuat setiap langkah
harus ekstra hati-hati. Namun, perjuangan terbayar lunas saat mentari terbit
dari balik puncak. Pemandangan matahari terbit dengan lautan awan di bawahnya
adalah pemandangan yang takkan pernah terlupakan seumur hidup. Setelah itu,
kami turun menuju Danau Segara Anak. Perjalanan turun ini juga tidak kalah
menantang karena medannya curam.
Hari
ketiga:
Kami menghabiskan waktu menikmati keindahan Danau Segara
Anak yang tenang, dikelilingi hutan dan tebing-tebing terjal. Setelah sarapan,
kami memulai perjalanan turun melalui jalur Torean yang menyajikan pemandangan
air terjun alami yang indah sebelum akhirnya sampai di basecamp.
Pendakian
ini adalah pengalaman yang luar biasa dan tak ternilai. Selain terpuaskan
dengan keindahan alamnya yang spektakuler, pendakian ini juga menjadi refleksi
diri. Mengalahkan rasa lelah, dingin, dan tantangan fisik membuat saya merasa
lebih kuat dan bersyukur. Pengalaman ini mengajarkan bahwa setiap usaha yang
dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang sepadan, terlepas
dari rasa letih dan susah payah yang dialami di perjalanan. Rinjani bukan hanya
sebuah gunung, tetapi sebuah pelajaran hidup yang berharga.
Contoh Teks Rekon
Faktual
Tragedi Ambon- Maluku
Konflik Ambon 1999-2002 adalah tragedi kekerasan antarkomunal
yang berpusat di Ambon, Maluku, yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan ratusan
ribu pengungsi. Konflik ini dipicu oleh ketegangan sektarian antara umat
Islam dan Kristen yang meningkat akibat isu-isu provokatif dan diwarnai aksi
kekerasan seperti pembakaran rumah, penjarahan, dan bentrokan fisik bersenjata.
Kronologi dan peristiwa utama
·
Awal mula (1998-1999):
Ketegangan mulai terjadi di Ambon pada akhir tahun 1998 dan awal
tahun 1999, dipicu oleh berbagai isu seperti provokasi melalui selebaran gelap
dan grafiti, serta insiden di beberapa tempat, termasuk bentrokan di Ketapang,
Jakarta Pusat, yang kemudian memicu reaksi berantai di Ambon.
·
Pecahnya konflik besar (1999):
Konflik meletus secara besar-besaran pada 19 Januari 1999,
bertepatan dengan hari pertama Lebaran. Kedua kubu, Muslim dan Kristen,
sering disebut dengan istilah Pasukan Putih dan Pasukan Kuning.
·
Kekerasan dan teror:
Peristiwa kekerasan terjadi secara sporadis, termasuk serangan
gerilya dan bentrokan langsung dengan senjata seperti parang dan senjata api
rakitan. Banyak rumah dibakar, harta benda dijarah, dan tempat ibadah
seperti gereja dan masjid dijadikan markas atau lokasi bentrokan.
·
Korban dan pengungsi:
Tragedi ini menelan korban jiwa ribuan orang dan menyebabkan
ratusan ribu lainnya mengungsi dari rumah mereka.
·
Upaya perdamaian:
Pasca-konflik, berbagai upaya dilakukan untuk memulihkan kedamaian,
termasuk peran aktif perempuan dalam mediasi dan pelibatan tokoh-tokoh
masyarakat. Perjanjian Malino ditandatangani sebagai upaya resmi untuk
mengakhiri konflik.
· Pasca-konflik:
Meski konflik besar mereda setelah
perjanjian perdamaian, insiden kekerasan kecil masih terjadi di beberapa
tempat, bahkan hingga tahun 2005. Konflik ini meninggalkan luka mendalam dan
warisan trauma yang masih terasa hingga kini.
Fakta-fakta kunci
·
Pemicu:
Sebagian besar pemicu konflik adalah isu-isu provokatif, hasutan,
dan bentrokan kecil yang diperbesar oleh berbagai pihak, serta persekongkolan
untuk memicu ketegangan.
·
Dampak:
Konflik ini secara brutal menghancurkan tatanan sosial dan
ekonomi di Ambon, dengan dampak yang sangat besar pada kehidupan masyarakatnya.
· Penyelesaian:
Penyelesaian konflik memerlukan
pendekatan keamanan dan darurat, serta pemulihan dan pembangunan, termasuk
rekonsiliasi antarkomunitas dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Contoh
Teks Rekon Imajinatif
Rembulan (Negeri Misteri di Balik Pohon
Kenari)
Cerita ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Rama yang
tinggal di desa. Suatu malam, ia melihat rembulan yang sangat besar dan indah
di langit. Ia penasaran dengan rembulan dan ingin menyentuhnya. Ia pun berlari
ke arah pohon kenari yang besar di tengah hutan.
Di balik pohon itu, ia menemukan sebuah pintu rahasia yang membawanya ke
negeri rembulan. Di sana, ia bertemu dengan berbagai makhluk ajaib seperti
peri, bintang, dan awan. Ia juga menemukan sebuah istana yang megah di mana
rembulan tinggal.
Rama pun diajak
oleh rembulan untuk bermain dan menjelajahi negerinya. Rama merasa senang dan
takjub dengan keindahan negeri rembulan. Namun, ia juga merindukan rumah dan keluarganya.
Rembulan pun mengerti perasaan
Rama dan mengantarnya kembali ke dunia nyata. Sebelum berpisah, rembulan
memberikan Rama sebuah kalung berbentuk bulan sabit sebagai tanda persahabatan
mereka.
5 Contoh Cerita Fantasi Singkat yang Imajinatif dan Bermakna" https://katadata.co.id/lifestyle/varia/659e18172e5f9/5-contoh-cerita-fantasi-singkat-yang-imajinatif-dan-bermakna





Komentar
Posting Komentar