C. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS
DESKRIPSI
1. Kata Benda Konkret
Kata yang merujuk pada benda, orang, atau tempat
secara nyata dan dapat diamati langsung oleh panca indera.
Contoh:
Benda:
buku, meja, kursi, mobil, rumah , dan pohon.
Orang:
guru, dokter, siswa, ayah, dan ibu.
Tempat:
sekolah, taman, kota, pantai, gunung, dan kantor
2. Kata Benda Abstrak
Merujuk
pada konsep, ide, dan perasaan yang tidak dapat diamati secara langsung oleh
panca indera.
Contoh:
cinta, kebahagiaan, keadilan, kebebasan, ilmu, dan kekayaan.
3. Kata Sifat
Kata yang
menggambarkan sifat atau perilaku benda, orang, atau suatu keadaan.
Contoh:
bening, putih, bersih, panjang, merah, pendiam, iri, dan jujur.
4. Kata Keterangan
Kelas
kata yang memberikan keterangan/ informasi tambahan tentang kata kerja, kata
sifat, atau keterangan lain.
v Ket.
Waktu : sekarang, kemarin, besok, dll.
v Ket.
Tempat: di sini, di sana, di rumah, dll.
v Ket.
Cara: cepat, lambat, baik, hati-hati, dll.
v Ket.
Jumlah/ kuantitas: sangat, agak, banyak, sedikit, dll.
v Ket.
Sebab: karena, sebab
v Ket.
Akibat: sehingga, akibatnya
v Ket.
Tujuan: agar, supaya
v Ket.
Perbandingan: seperti, bagaikan
v Ket.
Kesertaan: bersama, beserta
v Ket.
Alat: dengan, memakai
5. Kata Penghubung
Kata yang menghubungkan dua satuan
bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan
klausa, serta kalimat dengan kalimat.
a.
Konjungsi setara (koordinatif)
Konjungsi yang menghubungkan bagian
kalimat setara. Konjungsi koordinatif tidak dapat diletakkan di awal kalimat.
Contoh:
dan, atau, tetapi, sedangkan, serta, melainkan , padahal
Contoh:
Saya dan keponakan senang memancing bersama.
b.
Konjungsi bertingkat (subordinatif)
Konjungsi yang menghubungkan bagian
kalimat bertingkat. Ada klausa induk (induk kalimat) dan ada klausa anak (anak
kalimat). Konjungsi ini dapat diletakkan di awal kalimat.
Contoh:
sejak, demi, ketika, sambil, selagi, selama, sementara, jika, kalau, andaikan,
supaya
Contoh:
Ketika hujan lebat, saya masih dalam perjalanan.
c.
Konjungsi berpasangan (korelatif)
Konjungsi yang menghubungkan bagian kalimat setara
dengan berpasangan.
Contoh:
baik…maupun, tidak (hanya)…tetapi (juga), demikian…sehingga, (apa)kah… atau
Contoh:
Mereka bukan sekadar teman bermain, melainkan sahabat yang saling mendukung.
d.
Konjungsi antarkalimat
Konjungsi yang menghubungkan dua
kalimat dalam satu paragraf. Konjungsi ini dipisahkan oleh tanda koma dengan
bagian lain pada kalimat.
Contoh:
biarpun demikian, kemudian, lagi pula, sebaliknya, bahkan, akan tetapi, di
samping itu
Contoh:
Kami mendengar penjelasan dari guru. Dengan demikian, kami lebih memahami
materi yang disampaikan.
6. Kalimat Tunggal/ kalimat
simpleks
Kalimat yang terdiri dari satu pola
unsur lengkap, yaitu subjek, predikat, objek, dan keterangan.
Contoh:
Adi membeli semangka.
7. Kalimat Majemuk/ kalimat
kompleks
Kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa (dua/ lebih subjek, predikat, objek, dan keterangan) dan dihubungkan oleh kata penghubung. Jadi, kalimat majemuk menggabungkan beberapa ide atau informasi dalam satu kalimat.
a. Kalimat majemuk setara
Klausa-
klausanya memiliki kedudukan yang sama dan dihubungkan dengan konjungsi dan,
atau, tetapi, sedangkan. Masing-masing dapat berdiri sendiri.
Contoh:
Saya belajar dengan giat dan saya berharap mendapatkan nilai bagus.
b. Kalimat majemuk bertingkat
Terdapat
satu klausa utama (induk kalimat) dan satu/ lebih klausa bawahan (anak kalimat)
yang tidak dapat bisa berdiri sendiri.
Contoh:
Karena hujan, saya tidak bisa pergi ke sekolah.
8. Kalimat Bermajas
a. Majas Asosiasi/ Perumpamaan
Majas yang membandingkan benda yang
satu dengan benda yang lain dengan menggunakan kata pembanding (bagai,
bagaikan, laksana, seperti, seumpama).
Contoh:
Semangatnya keras bagai baja.
b. Majas Metafora
Majas yang menbandingkan benda yang
satu dengan benda yang lain yang mempunyai arti yang sama atau hampir sama.
Contoh:
Raja siang keluar dari ufuk barat.
c. Majas Personifikasi
Majas yang mengumpamakan/
membandingkan suatu benda yang tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti
manusia.
Contoh:
Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
d. Majas Sinestesia
Majas yang menggabungkan dua atau
lebih indera dalam suatu kalimat atau deskripsi.
Contoh:
Suara musik itu terasa hangat di telinga, perkataannya pedas sekali, wajahnya dingin.
e. Majas Hiperbola
Majas yang menggunakan ungkapan yang
berlebihan dan tidak masuk akal.
Contoh:
Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.
Katanya dia berlatih
bernyanyi, tapi suaranya bikin pecah gendang telingaku setiap hari.
f. Majas Litotes
Majas yang
menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri.
Contoh:
Silakan datang ke gubukku yang kumuh.
Ini tanda terima kasih kami,
sekadar ongkos angkot.
EVALUASI MENGANALISIS KAIDAH BAHASA TEKS DESKRIPSI
Bacalah teks di bawah ini!
Yang Lebih Penting dari Aku
“Diam saja dari tadi. Baca terus,
seperti yang paling pintar saja.”
“Iya. Kita ini dianggap patung?”
“Bukan patung, tapi angin.”
Mataku ke arah buku yang kubaca,
tetapi telingaku mendengar semuanya. Walau mereka berbicara dengan suara
rendah, suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia.
Aku benar-benar tidak ingin di
sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk,
lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas.
Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai
di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s
impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga
berkumpul.
Aku kembali membaca bukuku, tetapi
tak satu pun kalimat kupahami. Suara-suara yang menyindirku itu masih
terdengar, kadang diselingi tawa. Aku cukup yakin, jika aku mengangkat wajah,
salah satu atau beberapa orang dari mereka sedang melirikku. Aku tidak suka,
tetapi mau bagaimana lagi? Walau tak kukenal dengan baik, mereka semua
terikat darah denganku.
This is it.
Cukup sudah. Aku tidak tahan lagi. Aku harus bicara. Akan kutegur mereka.
Seenaknya saja menggunjingkan orang yang ada di depannya. Kemarahan tiba-tiba
memenuhi dadaku. Aku berdiri sambil mengentakkan kaki. Derit nyaring kursi besi
tua membuat beberapa orang menoleh.
Kudekati sumber suara gaduh itu.
“Maaf. Apa aku mengganggu kalian?”
Aku sendiri terkejut mendengar nada suaraku.
Aku benar-benar sedang kesal.
“Eh, ada apa?” tanya Edo. Dia anak
Om Samsudin, kakak ayahku. Aku dan Edo seumur, tetapi kami tidak pernah cocok.
Bahar berdiri, “Iya. Ada apa?
Mengganggu bagaimana?”
Kukepalkan tangan, aku berbicara
di antara gigi yang terkatup. “Aku tahu, tadi kalian membicarakan aku. Maaf
kalau aku tidak bisa ikut mengobrol. Aku memilih membaca karena aku ingin
tenang.”
“Siapa yang membicarakanmu? Kami
bicara sendiri dari tadi,” sahut Marlina yang disambut anggukan oleh yang lain.
Mereka bersahutan cukup ramai sehingga beberapa pasang mata mengamati kami.
“Jangan bertengkar di sini. Tidak
pantas,” Edo bicara lagi.
“Justru kalian yang memulai. Aku
kan tidak mengganggu,” bisikku kaku.
“Kamu tidak
mau bergabung, dan itu mengganggu,” Bahar mencondongkan bahunya ke arahku.
Amarah
mencengkeramku. Aku benar-benar siap meledak. Aku merasa deru jantungku kian kencang.
Kepalanku kian kuat. Aku bisa merasakan ujung kuku menekan telapak tanganku.
Kemarahan menguasaiku.
Tepat pada
saat itu, pintu geser kehijauan itu terbuka.
“Keluarga
Bapak Pattarani!”
Seperti
disemprot air dengan selang, kami berhamburan mendekat.
“Operasi
berhasil, pasien ada di ruang pemulihan.”
Ayahku bangkit
dan mengusap matanya berkali-kali. Para om dan tante tersenyum lega dan segera
sibuk mengabarkan kebahagiaan itu. Sepupu-sepupu yang sudah tertidur jadi
terbangun, Sebagian menangis karena terkejut sekaligus gembira. Kakek
kesayangan kami terlepas dari bahaya. Seruan syukur berdengung memenuhi
ruangan.
Marlina melompat kemudian
menyalamiku dan Edo sekaligus. Kami semua bahagia, walau beberapa detik
sebelumnya kami nyaris baku hantam.
Setelah membaca teks lengkapilah tabel di bawah ini!
|
Kaidah Bahasa |
Uraian dari teks |
Posisi paragraf dan kalimat ke- |
|
Kata benda konkret |
|
|
|
Kata sifat |
|
|
|
Kata keterangan |
|
|
|
Kata penghubung |
|
|
|
Kalimat simpleks |
|
|
|
Kalimat kompleks |
|
|
|
Kalimat bermajas |
|
|
Komentar
Posting Komentar