Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Kelompok :
Nama
Peserta Didik :1. 3. 5.
2. 4. 6.
Kelas :
Hari/
Tanggal :
Tujuan
Pembelajaran :
Melalui
diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis unsur intrinsik teks rekon
yang disimak.
Petunjuk
1. Peserta didik dibagi beberapa kelompok.
2.
Setiap kelompok membaca teks rekon “Mengejar Mimpi di Balik Bukit”.
3. Setiap
peserta berdiskusi mengerjakan soal-soal dengan memasangkan pertanyaan dan
jawabannya.
4. Anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi
kelompok di depan kelas.
5. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi
kelompok. Berdasarkan
teks cerita tersebut, jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
Setelah
kamu membaca teks rekon “ Mengejar Mimpi di Balik Bukit ”, analisislah unsur
intrinsik teks dengan memasangkan antara pertanyaan dan jawaban yang sudah
disediakan!
|
NO |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
Tema |
Maju, cerita dimulai dari masa kecil
Andi, berlanjut ke masa sekolah, hingga
perjuangannya masuk universitas dan keberhasilannya menjadi dokter |
|
2 |
Tokoh utama |
Desa Sumber Makmur |
|
3 |
Tokoh pendukung |
Era modern
(terlihat dari adanya sekolah dan universitas), masa kecil hingga remaja. |
|
4 |
Alur |
Penuh
perjuangan, harapan, dan kebahagiaan sederhana. |
|
5 |
Peristiwa penting |
Jangan pernah menyerah pada mimpi, meskipun
menghadapi keterbatasan. Perjuangan, kerja keras, ketekunan, dan dukungan
dari orang-orang terdekat adalah kunci untuk meraihnya. |
|
6 |
Latar tempat |
1. Bintang harus berjalan
kaki berkilo-kilo meter dan menyebang sungai ke sekolah. 2.
Bintang belajar dari dr. Ratih, pentingnya membantu sesama dan memberikan
pelayanan yang terbaik. 3. Bintang bekerja sebagai buruh tani untuk
mengumpulkan biaya kuliah. 4. Bintang mendapatkan beasiswa karena prestasinya. 5. Bintang berhasil masuk fakultas kedokteran. 6. Bintang lulus dan mengabdikan dirinya di masyrakat. |
|
7 |
Latar waktu |
Perjuangan
meraih mimpi di tengah keterbatasan |
|
8 |
Latar suasana |
Bintang: seorang anak desa yang
cerdas, gigih, dan memiliki cita-cita tinggi menjadi dokter |
|
9 |
Sudut pandang |
dr. Ratih: motivator, ramah, sabar,
penuh kasih sayang dalam melayani pasien |
|
10 |
Amanat |
Orang pertama pelaku utama |
Bacalah teks rekon berikut dengan cermat!
Mengejar Mimpi di
Balik Bukit
Namaku Bintang, dan aku lahir di
sebuah desa kecil bernama Sumber Makmur, jauh di pelosok pegunungan. Sejak
kecil, aku sudah bermimpi menjadi seorang dokter. Aku ingin membantu
orang-orang di desaku yang sering sakit dan kesulitan mendapatkan akses
kesehatan yang layak.
Masa Kecil di Desa
Desaku indah, dikelilingi sawah
hijau dan bukit-bukit yang menjulang. Tapi, kehidupan di sini tidak mudah.
Banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Sekolah pun jauh,
sekitar 10 kilometer dari rumahku. Setiap hari, aku harus berjalan kaki
melewati jalanan berbatu dan menanjak untuk bisa sampai ke sekolah.
Aku ingat, setiap pagi aku bangun
sebelum matahari terbit. Setelah membantu Ibu menyiapkan sarapan, aku langsung
bergegas berangkat sekolah bersama teman-temanku. Kami berjalan kaki sambil
bercanda dan belajar bersama. Kadang-kadang, kami harus menyeberangi sungai
yang airnya cukup deras. Tapi, semua itu tidak menyurutkan semangat kami untuk
belajar.
Inspirasi dari Dokter Desa
Di desaku, ada seorang dokter yang
sangat berjasa. Namanya Dokter Ratih. Beliau adalah satu-satunya dokter yang
bersedia bertugas di desa kami. Dokter Ratih sangat ramah dan sabar dalam
melayani pasien. Aku sering melihat beliau mengobati orang sakit dengan penuh
kasih sayang. Dari Dokter Ratih, aku belajar tentang pentingnya membantu sesama
dan memberikan pelayanan yang terbaik.
Suatu hari, aku melihat seorang
anak kecil sakit parah di desaku. Keluarganya tidak punya cukup uang untuk
membawa anak itu ke rumah sakit di kota. Dokter Ratih berusaha sekuat tenaga
untuk mengobati anak itu dengan peralatan seadanya. Sayangnya, anak itu tidak
bisa diselamatkan. Aku sangat sedih melihat kejadian itu. Sejak saat itu, aku
semakin bertekad untuk menjadi dokter agar bisa membantu lebih banyak orang di
desaku.
Rintangan dan Perjuangan
Namun, mewujudkan mimpi menjadi
dokter tidaklah mudah. Aku berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahku
hanya seorang petani, dan Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kami harus berjuang
keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aku tahu, biaya kuliah kedokteran sangat
mahal. Aku tidak ingin membebani orang tuaku.
Setelah lulus SMA, aku memutuskan
untuk bekerja terlebih dahulu. Aku bekerja sebagai buruh tani dan membantu Ayah
di sawah. Setiap hari, aku bekerja keras mengumpulkan uang untuk biaya kuliah.
Aku juga belajar dengan giat agar bisa mendapatkan beasiswa.
Titik Terang
Setelah dua tahun bekerja,
akhirnya aku berhasil mengumpulkan cukup uang untuk mendaftar kuliah. Aku juga
mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah karena prestasiku di sekolah. Aku
sangat senang dan bersyukur. Akhirnya, aku bisa mewujudkan mimpiku untuk kuliah
di fakultas kedokteran.
Masa kuliah tidak kalah berat. Aku
harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan materi pelajaran yang sulit. Aku
juga harus berjuang melawan rasa minder karena berasal dari desa. Tapi, aku
tidak menyerah. Aku belajar dengan tekun dan berusaha menjadi yang terbaik.
Kembali ke Desa
Setelah lulus kuliah, aku kembali
ke desaku. Aku ingin mengabdikan diriku untuk masyarakat di sini. Aku bekerja
di puskesmas desa dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Aku merasa
bahagia bisa membantu orang-orang di desaku yang selama ini telah mendukungku.
Aku tahu, perjalananku masih
panjang. Tapi, aku akan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi
masyarakat. Aku ingin menjadi dokter yang tidak hanya pintar, tapi juga
memiliki hati yang tulus dan peduli terhadap sesama.
Pesan
dari Bintang
Untuk kalian yang sedang mengejar mimpi, jangan pernah menyerah!
Rintangan pasti ada, tapi percayalah
bahwa kalian bisa melewatinya. Teruslah belajar, bekerja keras, dan
berdoa. Ingatlah, tidak ada mimpi
yang terlalu tinggi
jika kita berusaha untuk meraihnya.
Komentar
Posting Komentar